JAKARTA — PT PLN Indonesia Power (PLN IP) kian memperkuat transformasi bisnisnya melalui jalinan kemitraan pasar karbon internasional bersama DevvStream Inc., perusahaan teknologi karbon asal Kanada.
Kolaborasi ini dilaksanakan guna menciptakan solusi energi bersih yang berbasis pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid.
Sinergi tersebut diresmikan lewat penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) oleh Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta dan CEO DevvStream Corp. Sunny Trinh di Jakarta.
Melalui skema ini, PLN IP akan menggarap proyek PLTS off-grid untuk memenuhi kebutuhan mandiri (self-consumption) di berbagai wilayah Indonesia.
Proyek ini juga diintegrasikan dengan monetisasi karbon melalui penerbitan sertifikat penurunan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) yang bakal dijual ke pasar karbon global lewat jaringan DevvStream.
Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta memaparkan bahwa ekspansi bisnis berbasis solusi Solar PV merupakan bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperluas model bisnis di luar sektor penjualan listrik atau beyond kWh. Menurutnya, pengembangan solusi Solar PV berbasis off-grid ini menjadi bagian dari inovasi PLN IP dalam menghadirkan solusi energi bersih pada aspek operasional sekaligus menangkap peluang pendapatan dari karbon.
"Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah,” ujar Bernadus dalam keterangan resmi dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (9/5/2026).
Bernadus menilai bahwa konsep beyond kWh yang sedang dijalankan PLN IP tidak hanya menitikberatkan pada penjualan energi listrik semata, melainkan juga mencakup layanan energi terpadu seperti penyediaan pembangkit energi baru terbarukan, manajemen emisi karbon, hingga optimalisasi aset energi milik pelanggan.
Bernadus menambahkan bahwa proyek PLTS off-grid ini disiapkan untuk menunjang kebutuhan energi pelanggan secara independen tanpa harus terhubung ke jaringan listrik pusat.
Selain mendorong efisiensi energi, proyek ini diklaim mampu mereduksi emisi gas rumah kaca tanpa mengganggu sistem kelistrikan yang telah tersedia.
Di sisi lain, CEO DevvStream Inc. Sunny Trinh memandang model bisnis PLTS off-grid milik PLN IP memiliki potensi yang menjanjikan di pasar karbon dunia. “Kami melihat potensi besar dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global,” ujar Sunny.
Kemitraan ini juga menjadi bagian dari langkah PLN IP untuk memperkokoh posisi sebagai penyedia solusi energi yang berorientasi pada pelanggan (customer-centric energy solutions) sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi tanah air.
Kedepannya, PLN IP menegaskan akan terus memperluas penerapan solusi Solar PV sebagai bagian dari strategi transisi energi serta optimalisasi peluang bisnis perdagangan karbon sebagai pilar pendapatan yang berkelanjutan.