Kronologi Warga Bakar Fasilitas Ponpes Nurul Jadid di Mesuji Lampung

Senin, 11 Mei 2026 | 10:33:44 WIB
Massa mengamuk dan bakar Ponpes Nurul Jadid Mesuji. (Sumber Foto:NET).

MESUJI - Tindakan perusakan serta pembakaran sejumlah fasilitas di Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berlokasi di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, berlangsung pada Jumat (8/5/2026). Insiden ini sempat membuat situasi di kawasan tersebut menjadi tidak kondusif. Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami penyelidikan untuk mengungkap potensi keterlibatan pihak-pihak lainnya.

Merujuk pada laporan aparat, kronologi bermula pada Jumat sekitar pukul 12.30 WIB selepas ibadah salat Jumat. Awalnya, masyarakat Desa Tanjung Mas Jaya berkumpul guna mendiskusikan rencana pengembangan masjid desa. Namun, topik pembahasan kemudian beralih pada persoalan internal Pondok Pesantren Nurul Jadid. Warga menyoroti sosok Kiyai Muhammad Fajar Sodiq yang dinilai tidak mematuhi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

"Penyampaian aspirasi terkait mengapa Kiyai Muhammad Fajar Sodiq kembali ke pondok pesantren dan tidak mengikuti kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya," terang IPDA Andri dikutip dari laman Tribratanews Polri.

Masyarakat kemudian berniat menyampaikan aspirasi tersebut secara langsung dengan pengawalan dari Bhabinkamtibmas. Namun, upaya komunikasi itu tidak menemui titik temu. Seiring waktu, jumlah massa yang berdatangan kian bertambah hingga situasi mulai sulit dikendalikan.

Sekitar pukul 19.00 WIB, kepolisian dan pihak kecamatan sudah berupaya meredam suasana. Namun, kondisi justru semakin memanas hingga terjadi aksi demonstrasi yang berujung anarkis. Pada pukul 23.00 WIB, massa mulai merusak dan membakar fasilitas pondok pesantren sembari mencari keberadaan Kiyai Muhammad Fajar Sodiq. Beruntung, yang bersangkutan sudah lebih dahulu dievakuasi oleh petugas ke rumah warga.

Dalam kejadian ini, polisi menyita barang bukti berupa satu gelas air mineral berisi bensin serta satu unit motor Honda Vario yang diduga kuat digunakan dalam aksi pembakaran.

Guna menjaga keamanan pasca-insiden, Polres Mesuji beserta Polsek Mesuji Timur melakukan koordinasi dengan perangkat desa serta melakukan pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus meminta warga untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat.

"Mari kami sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif, jangan ada lagi kejadian serupa di kemudian hari, serta menyerahkan semua permasalahan ini kepada pihak kepolisian," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menahan diri. "Terkait proses hukum mari kami serahkan dan percayakan kepada pihak kepolisian," tambahnya.

Kepala Desa Tanjung Mas Jaya, Suyanto, memberikan apresiasi atas gerak cepat kepolisian dalam menangani konflik tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolres dan jajarannya yang hari ini bersedia duduk bersama kami guna menyelesaikan permasalahan yang sudah terjadi di desa kami," ujarnya.

Suyanto juga menyampaikan permohonan maaf atas kerusuhan yang terjadi. "Saya selaku kepala desa mewakili masyarakat meminta maaf kepada Polres Mesuji dan jajaran atas insiden yang terjadi," ungkapnya.

Kapolsek Mesuji Timur IPDA Andri Fernandes menyebutkan bahwa satu terduga pelaku berinisial AN (30) telah diamankan. "Hasil pemeriksaan sementara pelaku diduga telah melakukan provokasi terhadap warga untuk melakukan tindakan anarkis terhadap fasilitas pondok pesantren dengan cara membakar dan merusak," pungkasnya. Saat ini AN telah dibawa ke Mapolres Mesuji untuk proses pemeriksaan.

Terkini