BSI Optimistis Pengguna Mobile Banking Melampaui 10 Juta Sepanjang Tahun 2026

Selasa, 31 Maret 2026 | 14:25:16 WIB
BSI Optimistis Pengguna Mobile Banking Melampaui 10 Juta Sepanjang Tahun 2026

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menunjukkan tren positif dalam penetrasi layanan digitalnya, seiring meningkatnya minat masyarakat pada perbankan berbasis syariah. 

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan optimisme perseroan terhadap pertumbuhan pengguna mobile banking yang terdiri atas superapp BYOND by BSI dan BSI Mobile.

 Anggoro menargetkan jumlah pengguna dapat melampaui 10 juta pada 2026, didukung strategi transformasi digital yang terintegrasi antar kanal dan ekosistem.

Strategi ini tidak sekadar menambah jumlah pengguna, tetapi juga meningkatkan frekuensi dan nilai transaksi secara berkelanjutan. 

Transformasi digital BSI dirancang untuk memberikan pengalaman perbankan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai solusi keuangan syariah modern yang adaptif terhadap gaya hidup digital saat ini.

Perkembangan Pengguna BYOND dan BSI Mobile

Hingga Desember 2025, jumlah pengguna mobile banking BSI tercatat lebih dari 9 juta, terdiri atas sekitar 6 juta pengguna BYOND dan lebih dari 3 juta pengguna BSI Mobile. 

BYOND merupakan superapp perbankan digital yang diluncurkan pada akhir 2024, dirancang interaktif dan modern, khususnya menyasar generasi muda.

Respons masyarakat sangat positif, terbukti dengan pertumbuhan pengguna BYOND mencapai 197 persen (year on year/yoy) dalam satu tahun sejak peluncurannya.

Sementara itu, BSI Mobile tetap menjadi tulang punggung layanan mobile banking BSI, melayani nasabah yang lebih lama sekaligus memastikan kontinuitas transaksi di seluruh jaringan layanan digital BSI.

Pertumbuhan BYOND juga memacu inovasi produk digital, seperti Tabungan Emas yang memungkinkan nasabah mengakses layanan bullion bank secara mudah dan aman. 

Jumlah nasabah Tabungan Emas meningkat lebih dari 530 ribu, tumbuh 417 persen (yoy), mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk investasi berbasis emas yang aman dan syariah.

Inovasi Produk Digital dan Ekosistem Keuangan Syariah

Selain Tabungan Emas, BSI juga mengembangkan ekosistem digital untuk layanan haji dan umrah. Dalam setahun terakhir, jumlah pengguna tabungan haji melalui BYOND meningkat 108 persen (yoy) menjadi sekitar 380 ribu nasabah. 

Inovasi ini menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya meningkatkan jumlah pengguna, tetapi juga memperluas penetrasi layanan syariah yang relevan bagi masyarakat.

Anggoro menegaskan bahwa digitalisasi menjadi entry gate untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan BSI dengan cara mudah, aman, dan inklusif.

 “Digitalisasi menjadi entry gate dalam memperkenalkan produk dan layanan BSI dengan cara yang mudah, aman, dan inklusif, salah satunya melalui BYOND,” jelasnya. 

Strategi ini terbukti efektif mendorong pertumbuhan bisnis dan memperkuat hubungan perseroan dengan nasabah.

Integrasi Platform Digital dan Perluasan Layanan

BSI terus memperluas kapabilitas platform digitalnya untuk mendukung ekosistem perbankan syariah. Selain mobile banking (BYOND dan BSI Mobile), perseroan mengoperasikan internet banking (BSI Net), BSI Merchant App, Banking as a Service (BaaS), Open API, serta Cash Management System (BEWIZE).

Tujuan integrasi ini adalah meningkatkan kenyamanan nasabah, memperluas akses layanan ke berbagai lapisan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan transaksi digital. 

Kombinasi layanan digital dan fisik memastikan nasabah dapat melakukan berbagai transaksi dengan mudah, termasuk pembayaran, investasi, serta layanan keuangan syariah lainnya.

Pengembangan ekosistem digital juga mencakup analitik data untuk memahami perilaku nasabah, sehingga BSI dapat merancang produk dan layanan yang lebih sesuai kebutuhan. Dengan pendekatan ini, perseroan tidak hanya menekankan kuantitas pengguna, tetapi juga kualitas interaksi nasabah dengan platform digital.

Optimisme BSI Menatap 2026

Dengan pencapaian hingga akhir 2025 dan strategi transformasi digital yang konsisten, BSI optimistis jumlah pengguna mobile banking akan menembus 10 juta sepanjang 2026. 

Anggoro menegaskan, pencapaian ini bukan hanya soal angka, tetapi juga soal menciptakan pengalaman digital banking yang aman, nyaman, dan relevan.

Perseroan juga fokus pada edukasi digital untuk meningkatkan literasi nasabah, memastikan keamanan transaksi, dan memperkuat inklusi keuangan berbasis syariah.

Hal ini diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perbankan syariah, sekaligus mendorong nasabah untuk memanfaatkan layanan digital dengan lebih optimal.

Transformasi digital BSI menunjukkan bahwa perbankan syariah bisa bersaing di era digital, dengan menyediakan layanan modern, adaptif, dan relevan. 

Inisiatif inovatif seperti Tabungan Emas, layanan haji dan umrah digital, serta integrasi berbagai platform membuktikan kemampuan BSI untuk mengembangkan ekosistem perbankan digital yang inklusif.

Ke depan, BSI akan terus mengoptimalkan kapabilitas teknologi, memperluas ekosistem digital, dan menghadirkan produk yang mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas keuangan syariah. 

Dengan strategi ini, BSI berharap tidak hanya meningkatkan jumlah pengguna, tetapi juga memperkuat peran sebagai mitra keuangan syariah yang dapat diandalkan bagi masyarakat Indonesia.

Terkini