Merdeka Gold EMAS Optimistis Balik Untung Dengan Produksi Tambang Pani

Jumat, 13 Maret 2026 | 15:47:44 WIB
Merdeka Gold EMAS Optimistis Balik Untung Dengan Produksi Tambang Pani

JAKARTA - PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) memulai fase penting dalam perjalanan operasionalnya dengan dimulainya produksi komersial di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. 

Langkah ini menandai peralihan dari fase konstruksi menuju produksi emas aktif, setelah perseroan mencatat kerugian sepanjang 2025 karena masih fokus membangun proyek utama tersebut.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menjelaskan bahwa tahun 2025 digunakan untuk menyelesaikan konstruksi Tambang Emas Pani, sehingga kinerja keuangan perusahaan masih negatif.

“Seluruh aktivitas pembangunan selama 2025 menjadi fondasi penting untuk operasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pada 27 Februari 2026, EMAS merealisasikan pengiriman emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), menandai pencatatan penjualan pertama pada kuartal I/2026. 

Dengan pencapaian ini, EMAS menargetkan produksi emas sebesar 100.000–115.000 ons pada tahun buku 2026.

Potensi Profitabilitas Didukung Harga Emas dan Struktur Biaya Kompetitif

Boyke menambahkan, kondisi harga emas yang kondusif dan struktur biaya produksi yang kompetitif menjadi faktor kunci dalam proyeksi profitabilitas EMAS tahun ini. 

“Dengan dukungan faktor eksternal dan efisiensi biaya, kami optimistis kinerja keuangan akan kembali positif,” kata Boyke.

Selama periode pembangunan proyek yang dimulai pada 2022 hingga pengiriman emas perdana, EMAS telah membangun fondasi operasional yang solid. 

Proyek Pani memiliki cadangan emas besar dan umur tambang yang panjang, sehingga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Dimulainya produksi emas di Pani adalah fase baru yang akan memperkuat kinerja operasional dan finansial, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” imbuhnya.

Dukungan Induk Usaha dan Struktur Permodalan

Pengembangan Tambang Emas Pani sebelumnya memperoleh dukungan pembiayaan dari induk usaha, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), sehingga proyek dapat diselesaikan secara efisien sebelum EMAS melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).

Setelah IPO, EMAS menyesuaikan struktur permodalan sebagai bagian dari manajemen neraca yang lebih optimal, memastikan fleksibilitas keuangan dan kesiapan operasional jangka panjang.

Tambang Emas Pani dirancang sebagai operasi tambang terbuka dengan metode heap leach, dengan estimasi cadangan mineral lebih dari 7 juta ounce emas. 

Kapasitas pengolahan berpotensi meningkat secara bertahap dengan pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) yang direncanakan mulai beroperasi pada 2028.

Kinerja Keuangan 2025: Kerugian Imbas Fase Konstruksi

Sepanjang 2025, EMAS membukukan kerugian bersih sebesar US$27,49 juta, meningkat 116,47% dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai US$12,69 juta. 

Penyebab utama adalah penurunan pendapatan yang drastis, tercatat hanya US$131.000, turun 92,45% dari US$1,74 juta pada tahun sebelumnya.

Seluruh pendapatan tersebut berasal dari segmen sewa alat berat kepada pihak berelasi, yakni PT Merdeka Mining Servis, sementara kegiatan tambang utama belum menghasilkan pendapatan karena proyek masih dalam tahap pembangunan.

Target Produksi dan Strategi Operasional 2026

Dengan pengiriman emas perdana dan masuknya Tambang Pani ke fase komersial, EMAS menargetkan produksi tahunan sebesar 100.000–115.000 ons emas. 

Target ini didukung oleh sumber daya mineral yang besar dan operasi tambang yang efisien.

Perseroan juga fokus pada optimasi struktur biaya produksi untuk memastikan profitabilitas tercapai seiring peningkatan volume produksi. 

Strategi ini diharapkan mampu mengembalikan kinerja keuangan ke jalur positif setelah periode kerugian pada 2025.

Proyeksi Jangka Panjang dan Nilai Pemegang Saham

Boyke menekankan bahwa proyek Pani bukan hanya tentang laba jangka pendek, melainkan juga menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham. 

Dengan cadangan emas yang besar dan umur tambang panjang, EMAS optimistis dapat meningkatkan kinerja finansial secara konsisten.

“Produksi emas yang dimulai di Pani menjadi titik balik operasional, memberikan fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang,” ujarnya.

Infrastruktur dan Teknologi Pendukung Produksi

Pengembangan Tambang Pani didukung teknologi modern, sistem pengolahan heap leach, dan manajemen tambang yang efisien. 

Investasi ini memungkinkan perseroan memaksimalkan output emas dengan biaya produksi rendah.

Selain itu, fasilitas CIL yang akan mulai beroperasi pada 2028 akan meningkatkan kapasitas pengolahan dan efisiensi ekstraksi emas, menambah potensi laba dan memperkuat daya saing EMAS di pasar global.

Fase Baru Merdeka Gold

Dengan dimulainya produksi komersial, EMAS memasuki fase transisi dari proyek konstruksi menuju operasi yang menghasilkan pendapatan nyata. 

Strategi ini dipadukan dengan optimasi biaya, dukungan induk usaha, dan proyek jangka panjang seperti Pani, menjadikan perseroan lebih siap menghadapi tantangan industri emas global.

Ke depan, EMAS menargetkan profitabilitas berkelanjutan, pertumbuhan produksi, dan penciptaan nilai bagi investor, seiring meningkatnya permintaan emas dan kondisi harga yang menguntungkan.

Terkini