ASDP Siapkan Diskon Tiket Penyeberangan Lebaran 2026 hingga 21 Persen

Jumat, 13 Maret 2026 | 10:33:40 WIB
ASDP Siapkan Diskon Tiket Penyeberangan Lebaran 2026 hingga 21 Persen

JAKARTA - Menjelang periode mudik Lebaran, berbagai persiapan mulai dilakukan oleh operator transportasi guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung lancar dan terjangkau. 

Salah satu langkah yang diambil adalah memberikan keringanan biaya bagi penumpang kapal penyeberangan agar mobilitas selama masa liburan tetap terkendali.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan memberikan tiket lebih murah pada periode libur Lebaran 2026 mendatang. Total harga tiket penyeberangan bisa lebih murah hingga 21,9%.

Angka tersebut bisa didapat dari stimulus diskon 100% jasa pelabuhan. Potongan diskon jasa pelabuhan itu setara dengan pengurangan 21,9% dari total tarif tiket penyeberangan.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut sekaligus mendorong kelancaran arus transportasi selama periode Lebaran.

“Stimulus ini ditujukan untuk membantu masyarakat agar perjalanan mudik menjadi lebih terjangkau sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama periode Lebaran. Bagi ASDP, yang terpenting adalah memastikan kesiapan operasional, keselamatan pelayaran, serta kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Direktur Keuangan ASDP, Bunga H. Oktaviyanti.

Kriteria Diskon Tiket Penyeberangan ASDP

Perlu diketahui, diskon tiket kapal penyeberangan ASDP berlaku pada 7 lintasan dan 14 pelabuhan bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan akses perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan kapal feri selama periode mudik.

Selain itu, ASDP juga menerapkan kebijakan single tarif di Merak pada 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret pukul 15.00 WIB.

Kemudian, kebijakan yang sama berlaku juga di Bakauheni pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB.

Tarif tunggal ini berlaku bagi kendaraan golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan penyeberangan lebih tertata.

Arus Penyeberangan Diprediksi Meningkat

Pada periode Angkutan Lebaran 2026, mobilitas masyarakat melalui jalur penyeberangan diperkirakan akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Angkutan Lebaran 2026, pergerakan masyarakat melalui layanan penyeberangan diproyeksikan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang atau meningkat 9,4 persen.

Selain itu, jumlah kendaraan yang menyeberang diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen pada 15 lintasan penyeberangan yang menjadi pantauan nasional.

Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi lonjakan perjalanan tersebut dengan berbagai langkah kesiapan operasional.

“Periode Angkutan Lebaran merupakan momentum penting bagi layanan penyeberangan karena meningkatnya mobilisasi masyarakat. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh elemen operasional telah dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan armada hingga kualitas fasilitas dan layanan di pelabuhan,” ujar Rio.

Layanan Penyeberangan Nasional ASDP

Secara nasional, ASDP memiliki jaringan layanan penyeberangan yang cukup luas dan menjadi salah satu tulang punggung transportasi antarwilayah di Indonesia.

Secara nasional, ASDP melayani 320 lintasan penyeberangan, terdiri dari 91 lintasan komersial dan 229 lintasan perintis, dengan dukungan 222 kapal yang beroperasi melalui 37 pelabuhan yang dikelola oleh 27 cabang.

Jaringan layanan tersebut memungkinkan mobilitas masyarakat antar pulau tetap berjalan dengan baik, terutama pada momen-momen dengan tingkat perjalanan tinggi seperti libur panjang dan hari raya.

Lintasan Jawa – Sumatera – Bali menjadi jalur dengan mobilitas tertinggi selama periode Lebaran.

Pada rute Jawa–Sumatera, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 1,56 juta orang atau naik 10,3 persen dengan 371.653 kendaraan atau meningkat 9,9 persen.

Sementara arus Sumatera–Jawa diperkirakan mencapai 1,51 juta penumpang atau naik 11,2 persen dengan 353.901 kendaraan atau meningkat 10,5 persen.

Peningkatan Fasilitas dan Kesiapan Operasional

Selain lintasan Jawa–Sumatera, jalur penyeberangan lain yang juga diprediksi ramai adalah rute Jawa–Bali yang menjadi salah satu jalur utama bagi perjalanan wisata maupun mudik.

Adapun lintasan Jawa–Bali diprediksi melayani 805.851 penumpang atau naik 10 persen dengan 217.117 kendaraan atau meningkat 9,3 persen.

Sementara arus Bali–Jawa diperkirakan mencapai 869.604 penumpang atau naik 9,5 persen dengan 248.161 kendaraan atau meningkat 8,7 persen.

Untuk menghadapi potensi lonjakan tersebut, ASDP juga memperkuat berbagai fasilitas di pelabuhan agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih nyaman dan aman.

"Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP memperkuat kesiapan operasional melalui penambahan dermaga express II di Merak – Bakauheni, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portable, serta peningkatan penerangan di area pelabuhan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa," jelas Rio.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan kelancaran transportasi penyeberangan selama periode Lebaran, terutama pada jalur-jalur utama yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

Dengan adanya kebijakan diskon tiket penyeberangan serta peningkatan fasilitas layanan, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih nyaman dan biaya yang lebih terjangkau.

Selain memberikan keringanan biaya perjalanan, kebijakan ini juga menjadi strategi untuk mengatur arus penumpang dan kendaraan agar distribusi layanan penyeberangan dapat berjalan lebih tertib selama masa Angkutan Lebaran 2026.

Terkini