Kolaborasi Strategis RI-AS: Pertamina–Halliburton Untuk Dorong Produksi Migas Nasional

Minggu, 22 Februari 2026 | 12:21:49 WIB
Kolaborasi Strategis RI-AS: Pertamina–Halliburton Untuk Dorong Produksi Migas Nasional

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi memperluas kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Halliburton, perusahaan penyedia layanan energi asal Amerika Serikat, dalam upaya meningkatkan produksi migas nasional yang telah mengalami penurunan produksi secara alami. Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu, 18 Februari 2026, di Washington D.C., Amerika Serikat, dan turut disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangkaian agenda Indonesia–US Business Summit yang digelar di U.S. Chamber of Commerce.

Kesepakatan dalam Rangka Kemitraan Strategis Energi

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, bersama President Director PT Halliburton Indonesia, Ankush Balla, sebagai salah satu dari 11 MoU investasi yang disepakati Pemerintah Indonesia bersama berbagai pelaku usaha di ajang tersebut. Kerja sama ini menjadi simbol konkret penguatan hubungan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di sektor energi, yang dipandang sebagai fondasi penting untuk kedaulatan dan ketahanan energi.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja sama ekonomi dan investasi bilateral antara kedua negara. Ia menyatakan bahwa pemerintah membawa agenda strategis yang mencakup penyelesaian kesepakatan dagang besar dalam kunjungannya tersebut. Menurutnya, negosiasi yang intens selama beberapa bulan terakhir telah mencapai titik temu pada sejumlah isu penting yang diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan kemitraan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat.

Strategi Pemulihan Lapangan Minyak Mature

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Halliburton difokuskan pada pemulihan lapangan migas atau oilfield recovery, strategi yang dipilih untuk mengangkat kembali produksi migas dari lapangan-lapangan tua yang mengalami penurunan produksi alami (natural decline). Langkah ini dianggap strategis untuk mengoptimalkan produksi migas nasional yang selama ini menjadi tantangan bagi industri energi dalam negeri.

Menurut Simon, pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan output migas, tetapi juga mencakup aspek transfer teknologi penting serta pengembangan sumber daya manusia. Penerapan praktik operasi berstandar global dari Halliburton diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi enhanced oil recovery (EOR) dan solusi pengeboran yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Manfaat Teknologi dan Pengembangan Kapasitas

Sinergi antara Pertamina dan Halliburton juga dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat kapabilitas internal Pertamina dalam pengelolaan operasi hulu migas. Selain peningkatan produksi, kerjasama di bidang ini membuka peluang transfer pengetahuan dan kompetensi teknis kepada tenaga kerja Indonesia, sehingga mampu meningkatkan kualitas dan daya saing industri energi nasional.

Kolaborasi ini diharapkan turut mendukung upaya transformasi berkelanjutan Pertamina dalam menjaga keberlanjutan produksi hulu, serta mempercepat laju lifting nasional—istilah dalam industri untuk volume produksi migas yang dihasilkan dan siap dipasarkan. Dengan dukungan teknologi global dan pengalaman operasional Halliburton, Pertamina optimistis dapat mengangkat kembali kontribusi dari lapangan-lapangan mature terhadap produksi migas nasional.

Peran dalam Ketahanan Energi Nasional

Melalui kesepakatan tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk mendukung agenda Pemerintah Indonesia dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Hal ini sejalan dengan prioritas strategis nasional untuk memastikan ketersediaan energi yang stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat serta industri.

Dalam konteks ekonomi makro, kolaborasi ini juga dipandang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui perluasan kemitraan internasional dan peningkatan investasi asing di sektor energi Indonesia. Keberhasilan implementasi MoU ini diharapkan menjadi katalis bagi proyek-proyek migas lainnya serta mendorong pertumbuhan investasi yang lebih luas di sektor strategis tersebut.

Menatap Tantangan dan Peluang Kedepan

Walaupun menghadapi tantangan global dan dinamika produksi migas, langkah strategis ini dipandang sebagai upaya serius untuk mengatasi tren penurunan produksi di lapangan tua. Penerapan teknologi terbaru serta penguatan kerja sama internasional diyakini dapat menjadi model baru yang produktif bagi Pertamina dalam menghadapi tantangan produksi global.

Sinergi antara Pertamina dan Halliburton menjadi salah satu langkah penting dalam rangka meningkatkan peran Indonesia di pasar energi global, sambil terus memastikan kebutuhan energi domestik terpenuhi secara berkelanjutan. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam memanfaatkan kerja sama internasional sebagai pendorong utama pembangunan energi yang lebih kuat dan resilient.

Dengan latar belakang tersebut, kerja sama ini dipandang sebagai tonggak penting dalam sejarah pengelolaan migas nasional dan dapat menjadi inspirasi bagi inisiatif serupa di masa depan. Kunci keberhasilan nantinya akan terletak pada eksekusi yang tepat serta kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar global.

Terkini