Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Prabowo Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Terdampak Nasional

Minggu, 22 Februari 2026 | 12:21:38 WIB
Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Prabowo Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Terdampak Nasional

JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus mengebut proses pemulihan pascabencana yang melanda Aceh serta sejumlah daerah di Sumatra, dengan menjadikan rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai prioritas utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia untuk mempercepat pemulihan di daerah terdampak, termasuk di wilayah Aceh yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah.

Prioritas Pemulihan Infrastruktur dan Layanan Pemerintah

Sebagai langkah awal, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dipimpin langsung oleh Mendagri Tito Karnavian. Satgas ini bertugas memastikan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperbaiki layanan publik yang sempat terganggu akibat bencana. Infrastruktur penting seperti kantor pemerintahan yang rusak, layanan administrasi, serta fasilitas dasar lainnya menjadi fokus utama agar masyarakat bisa kembali hidup normal.

Mendagri menyampaikan bahwa dua hal utama dalam pemulihan pascabencana adalah mengaktifkan kembali layanan pemerintahan secara normal dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat terhenti. Untuk itu, lebih dari seribu personel dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) telah dikerahkan secara bertahap untuk membantu percepatan pemulihan layanan publik di daerah terdampak, termasuk di Aceh.

Koordinasi Terpadu dan Percepatan Akses di Medan Terdampak

Tidak hanya berfokus pada layanan pemerintahan, Satgas Percepatan juga berupaya membuka kembali akses jalan yang terputus akibat longsor dan banjir. Di sejumlah titik terdampak, seperti Aceh Timur, pemerintah bersama BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum terus bekerja secara terpadu membuka akses jalan sehingga logistik dan bantuan dapat segera didistribusikan. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga diharap bisa mempercepat proses pemulihan secara keseluruhan.

Selain itu, proses pembersihan kawasan terdampak serta penataan ulang hunian warga turut digenjot agar kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat bencana bisa cepat kembali normal. Hal ini dianggap sangat penting untuk memastikan masyarakat yang terdampak tidak lama berada di kondisi darurat dan dapat segera kembali produktif.

Kendala dan Tantangan di Lapangan

Meski banyak kemajuan, pemerintah mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam pemulihan pascabencana. Beberapa lokasi masih terisolasi, sehingga distribusi bantuan dan akses logistik harus dilakukan dengan cara alternatif, seperti penggunaan sungai atau kendaraan off-road. Infrastruktur yang rusak berat, termasuk jalan dan jembatan, juga membuat upaya pemulihan berjalan tidak mudah.

Dampak bencana yang cukup luas juga mengharuskan pemerintah melakukan pembersihan kawasan terdampak serta pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya rusak parah. Penataan hunian yang mempertimbangkan keinginan masyarakat setempat menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Peran Pemerintah dan Masyarakat

Mendagri menekankan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana tak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta keterlibatan masyarakat dan unsur swadaya. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak akan memperkuat daya tahan dan kapasitas masyarakat yang terdampak untuk pulih lebih cepat.

Selain itu, pemerintah juga terus memantau kondisi di lapangan secara berkala untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat dan menyesuaikan langkah-langkah pemulihan yang diperlukan. Evaluasi dan penyesuaian strategi menjadi kunci utama dalam memastikan setiap bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Target Pemulihan dan Evaluasi Berkala

Pemerintah menargetkan proses pemulihan infrastruktur publik dan layanan pemerintahan di sejumlah daerah terdampak dapat mencapai tingkat operasional dalam waktu dekat. Upaya ini mencakup aktivasi kembali layanan administrasi, pembangunan hunian sementara, serta normalisasi akses transportasi yang sempat terhambat.

Keseluruhan langkah ini diharapkan bisa membawa kehidupan di daerah yang terdampak bencana ke arah yang lebih baik dalam waktu cepat. Pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat pemulihan sekaligus mengantisipasi dampak berkelanjutan dari bencana yang terjadi, sehingga masyarakat bisa kembali bangkit dan beraktivitas secara normal.

Hambatan di lapangan serta cuaca menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi, namun koordinasi intensif serta penguatan kapasitas lokal merupakan langkah strategis untuk menghadapi dinamika tersebut. Pemerintah akan terus memantau perkembangan pemulihan dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan masyarakat yang paling terdampak.

Terkini