Permintaan Kereta Api Meningkat Jelang Libur Imlek: Statistik Penjualan Tiket 2026

Senin, 09 Februari 2026 | 08:32:11 WIB

JAKARTA - Menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek 2577/2026, permintaan tiket kereta api menunjukkan tren peningkatan yang signifikan di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya. Data terbaru PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat sebanyak 15.793 tiket telah terjual untuk perjalanan periode 13–18 Februari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memprioritaskan moda transportasi rel sebagai sarana mobilitas utama dalam periode liburan panjang.

Permintaan yang tinggi ini tidak hanya menjadi indikator kebutuhan mobilitas klasik, tetapi juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu, terutama saat momen panjang seperti libur Imlek.

Data Penjualan Menunjukkan Antusiasme Masyarakat

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan bahwa angka penjualan tiket tersebut dihimpun per 8 Februari 2026 dan merangkum perjalanan untuk masa liburan mulai 13 hingga 18 Februari 2026.

Dalam keterangannya, Aida menjelaskan bahwa permintaan masyarakat terhadap layanan kereta api cukup tinggi. Ini ditunjukkan dari tingkat penjualan tiket serta okupansi pada sejumlah perjalanan yang favorit oleh pelanggan. Data penjualan itu sendiri menjadi parameter penting untuk melihat bagaimana kereta api tetap menjadi moda favorit masyarakat menjelang periode cuti bersama dan libur panjang.

Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa transportasi berbasis rel, meskipun bukan satu-satunya pilihan, tetap menguat sebagai moda yang dipilih banyak orang ketika periode liburan panjang mulai dekat.

Okupansi Kereta di Rute Favorit Melampaui Kapasitas

Salah satu indikator kuat dari tingginya antusiasme masyarakat adalah tingkat okupansi yang melampaui kapasitas normal pada beberapa rute favorit. Dua kereta PSO (Public Service Obligation) mencatat angka okupansi tertinggi:

KA Bukit Serelo, yang melayani relasi Kertapati–Lubuk Linggau (PP), mencapai 116 persen tingkat penjualan tiket.

KA Rajabasa, untuk relasi Kertapati–Tanjungkarang (PP), mencatat 115 persen tingkat okupansi.

Okupansi di atas 100 persen sebenarnya menunjukkan bahwa pada beberapa perjalanan, kereta api menarik lebih banyak minat daripada kapasitas tempat duduk yang tersedia. Hal ini biasanya terjadi pada rute-rute yang dianggap strategis atau populer, khususnya saat periode libur panjang.

Aida menyampaikan bahwa tingginya tingkat okupansi ini menunjukkan bahwa kereta api bukan hanya dipilih karena fungsinya sebagai alat transportasi, tetapi juga karena keunggulan-keunggulan layanan yang ditawarkan, seperti aspek keselamatan, kenyamanan, serta jadwal yang relatif akurat.

Alternatif Perjalanan Masih Tersedia

Meskipun sejumlah rute mencatat tingkat penjualan sangat tinggi, tidak seluruh layanan telah penuh. PT KAI Divre III Palembang menyebutkan bahwa masih tersedia beberapa alternatif perjalanan yang belum terjual sepenuhnya.

Salah satunya adalah KA Sindang Marga, yang juga melayani relasi Kertapati–Lubuk Linggau (PP) namun belum mencapai tingkat penjualan yang sama tinggi dengan dua rute favorit tadi. Hingga saat ini, tiket untuk KA Sindang Marga memperlihatkan tingkat penjualan sekitar 47 persen, baik untuk kelas eksekutif maupun bisnis.

Hal ini berarti masih terdapat pilihan bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk rute favorit, atau bagi mereka yang ingin merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel.

Imbauan untuk Pemesanan Tiket yang Aman dan Tepat

Menyadari tingginya minat, pihak KAI Divre III Palembang juga mengingatkan calon penumpang untuk melakukan pemesanan melalui kanal resmi. Ini penting guna menghindari risiko kehabisan tiket ataupun terjadinya penipuan yang kerap terjadi ketika transaksi dilakukan melalui jalur yang tidak resmi.

Beberapa kanal resmi yang direkomendasikan antara lain:

Aplikasi Access by KAI

Situs resmi KAI

Mitra penjualan resmi lainnya

Dengan melaksanakan pemesanan melalui jalur resmi, calon penumpang dapat memastikan tiket yang dibeli valid dan mengurangi kemungkinan kendala ketika melakukan perjalanan sesungguhnya.

Kesimpulan: Kereta Api Tetap Menjadi Pilihan Strategis

Fenomena penjualan 15.793 tiket kereta api yang terjual menjelang libur Imlek 2026 menunjukkan bahwa moda transportasi rel masih sangat relevan bagi masyarakat. Angka penjualan yang signifikan dan tingginya tingkat okupansi pada rute favorit bukan hanya sekadar statistik, tetapi juga refleksi dari pilihan masyarakat dalam merencanakan perjalanan jauh, terutama saat momen libur panjang yang bersifat sosial seperti perayaan Imlek.

Pihak KAI juga memastikan bahwa masih ada pilihan alternatif bagi calon penumpang sekaligus menekankan pentingnya pemesanan tiket melalui saluran resmi untuk mencegah kerugian konsumen.

Terkini