JAKARTA - Indonesia kembali mencatat capaian membanggakan dalam sektor pariwisata pada tahun 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai angka 15,39 juta.
Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan geliat positif industri pariwisata nasional setelah pandemi global.
Peningkatan jumlah kunjungan ini tentu membawa dampak besar bagi perekonomian Indonesia, terutama dari sisi devisa yang diperoleh. Setiap wisatawan rata-rata membelanjakan sebesar US$1.267 atau sekitar Rp21,29 juta per kunjungan, berdasarkan asumsi kurs Rp16.808.
Dana yang dihabiskan ini menjadi sumber devisa yang signifikan, yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi nasional dan mendukung pembangunan berbagai sektor.
Rincian Pengeluaran Wisman di Indonesia Selama Kunjungan
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan rincian alokasi pengeluaran wisatawan selama kunjungan di Indonesia.
Sebagian besar dana yang dibelanjakan wisatawan dialokasikan untuk kebutuhan akomodasi dengan proporsi mencapai 38,34 persen. Ini menunjukkan pentingnya sektor perhotelan dan penginapan dalam mendukung pariwisata nasional.
Selain itu, pengeluaran untuk makan dan minum juga menyumbang porsi besar, yakni sebesar 18,54 persen. Hal ini menandakan tingginya permintaan terhadap kuliner lokal dan layanan makanan selama wisatawan berada di Indonesia.
Sektor jasa makanan dan minuman ini menjadi salah satu motor penggerak perekonomian yang turut menciptakan lapangan kerja dan mendukung usaha mikro dan kecil.
Komponen pengeluaran lainnya meliputi belanja cinderamata dan barang-barang souvenir sebesar 11,16 persen, hiburan 8,40 persen, paket tur lokal 4,90 persen, dan transportasi lokal 4,96 persen.
Sisanya digunakan untuk pembelian tiket penerbangan domestik, sewa kendaraan, layanan kesehatan dan kecantikan, serta biaya pelatihan dan layanan lainnya.
Pertumbuhan Kunjungan Wisman Tertinggi dalam Enam Tahun Terakhir
Tahun 2025 menjadi momentum kebangkitan pariwisata Indonesia dengan capaian kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi sejak enam tahun terakhir. Jumlah 15,39 juta kunjungan ini mencerminkan pemulihan yang kuat dan optimisme industri pariwisata pascapandemi.
Meski demikian, jumlah kunjungan tersebut masih sedikit di bawah capaian tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, yang mencapai 16,1 juta wisatawan.
Kondisi ini menggambarkan potensi besar yang masih bisa digali oleh pemerintah dan pelaku industri untuk mempercepat pemulihan dan mencapai bahkan melampaui angka pra-pandemi.
Realisasi kunjungan wisatawan yang terus meningkat ini tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah internasional, perbaikan infrastruktur, dan kemudahan akses masuk bagi wisatawan mancanegara.
Strategi ini diharapkan terus berlanjut agar sektor pariwisata bisa menjadi andalan dalam penggerak perekonomian nasional.
Kontribusi Devisa Wisman untuk Perekonomian Nasional
Pengeluaran wisatawan asing yang mencapai rata-rata Rp21 juta per kunjungan memberikan sumbangan devisa yang sangat penting bagi Indonesia. Dana tersebut tidak hanya menjadi sumber devisa utama, tetapi juga memacu pertumbuhan sektor-sektor terkait seperti perhotelan, restoran, transportasi, dan industri kreatif.
Devisa yang diperoleh dari sektor pariwisata dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan negara, mulai dari pembiayaan pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, hingga stabilisasi ekonomi makro.
Selain itu, aktivitas pariwisata yang meningkat juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Hal ini menunjukkan bahwa investasi dalam pengembangan pariwisata tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga berdampak sosial yang positif.
Oleh karena itu, pemerintah diharapkan terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya agar sektor pariwisata semakin berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang Pengembangan Pariwisata ke Depan
Walaupun tren kunjungan wisatawan terus meningkat, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan pariwisata. Salah satunya adalah menjaga daya tarik wisatawan melalui inovasi produk pariwisata, peningkatan kualitas SDM, serta penataan destinasi yang berkelanjutan.
Peluang besar juga terbuka melalui pengembangan destinasi wisata baru, terutama yang berbasis alam dan budaya lokal. Pemerintah dan pelaku industri pariwisata perlu bekerja sama untuk memperkuat promosi, meningkatkan fasilitas, serta memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran online menjadi kunci untuk menjangkau pasar wisatawan global yang semakin dinamis. Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat memperkuat posisi sebagai destinasi wisata dunia yang unggul dan ramah lingkungan.