BRI Peduli: Kekuatan Kolaborasi Hadirkan Bantuan Nyata Untuk Warga Tegal

Senin, 02 Februari 2026 | 11:54:34 WIB

JAKARTA — Ketika tekanan ekonomi dan kebutuhan dasar masyarakat terus meningkat, sinergi antara perusahaan besar dan komunitas lokal menjadi sangat penting. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membuktikan hal itu melalui program sosialnya, BRI Peduli, yang kembali turun tangan membantu ribuan warga kurang mampu di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Alih-alih sekadar liputan biasa, fokus kali ini adalah pada bagaimana kolaborasi strategis antara BRI dengan mitra lokal membuat bantuan tersebut efektif dan tepat sasaran.

BRI Peduli Memperluas Jangkauan Kemanusiaan di Tegal

BRI Peduli bukan program baru. Selama ini, inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan oleh BRI telah menunjukkan banyak wujud kepedulian nyata. Di berbagai daerah, program serupa telah diselenggarakan, seperti penyaluran ribuan paket sembako di Bogor dan Kendal yang juga bertujuan membantu masyarakat kurang mampu di wilayahnya masing-masing.

Namun di Kabupaten Tegal, skala dan teknik distribusinya memberikan dimensi baru terhadap bagaimana perusahaan dapat berkontribusi lebih dari sekadar bantuan biasa. BRI Peduli menyalurkan 1.000 paket sembako senilai total Rp130 juta, fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok yang menjadi hal fundamental bagi setiap keluarga.

Bantuan ini bukan hanya angka. Paket sembako tersebut diharapkan memberi efek langsung pada kesejahteraan penerima di masa yang penuh tantangan ini. Dalam konteks Kabupaten Tegal, di mana harga kebutuhan pokok sering kali menjadi beban signifikan bagi keluarga kurang mampu, keberadaan bantuan tersebut menjadi sangat berarti.

Kolaborasi dengan Yayasan Lokal: Kunci Keterjangkauan Bantuan

Salah satu elemen penting dari program ini adalah keterlibatan Yayasan Anhar sebagai mitra distribusi lokal. Dengan menggandeng organisasi yang sudah memiliki hubungan kuat dengan komunitas, BRI Peduli memastikan bantuan tidak hanya tersalurkan, tetapi juga benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis dan langsung melalui Yayasan Anhar yang beralamat di Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal pada hari Sabtu. Kerja sama ini memungkinkan pendataan dan verifikasi penerima secara lebih akurat, sehingga setiap paket sembako yang berisi kebutuhan pokok tersebut benar-benar sampai ke tangan warga kurang mampu.

Keberhasilan kolaborasi ini menunjukkan bahwa perusahaan besar seperti BRI tidak seharusnya bekerja sendiri dalam aksi sosialnya. Melibatkan pihak lokal memperkuat kepercayaan, mengakselerasi distribusi, dan meningkatkan dampak nyata di masyarakat.

Filosofi TJSL: Lebih dari Sekadar Tanggung Jawab, tetapi Kemanusiaan

Program TJSL, yang menjadi payung dari inisiatif BRI Peduli, merupakan bentuk komitmen BRI untuk tidak hanya berfokus pada aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial di sekitar wilayah operasionalnya. BRI menyadari bahwa kehadirannya sebagai lembaga keuangan besar juga harus menciptakan dampak sosial yang positif.

Branch Manager BRI Kantor Cabang Tegal, Ardi Ahmad Muharam, menegaskan filosofi di balik program ini:

“Kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan untuk mendukung masyarakat sekitar. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan pokok mereka.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa BRI melihat tanggung jawab sosial bukan hanya sebagai kewajiban formal, tetapi sebagai bagian integral dari identitas perusahaan yang peduli terhadap sesama. Nilai-nilai kemanusiaan seperti ini menjadi pondasi kuat bagi keberlanjutan program sosial mereka.

Harapan Masyarakat dan Dampak Sosial Ekonomi

Respon masyarakat setempat terhadap bantuan yang diberikan BRI Peduli sangat positif. Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang makin tidak menentu, intervensi dari sektor swasta seperti yang dilakukan BRI menjadi sangat krusial. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan napas lega bagi keluarga kurang mampu dalam mengatur keuangan rumah tangga mereka beberapa waktu ke depan.

Bukan hanya soal kebutuhan pokok yang terpenuhi, namun program semacam ini juga bisa memicu semangat gotong-royong antar warga serta menjadi teladan bagi entitas lain — baik perusahaan maupun organisasi sosial — untuk turut serta memberikan kontribusi serupa.

Menguatkan Ekosistem Sosial Lewat Sinergi Berkelanjutan

Ke depan, BRI Peduli berharap bahwa program TJSL ini akan terus berkembang, tidak hanya di Kabupaten Tegal tetapi juga di wilayah lain. Ardi menekankan pentingnya efektivitas bantuan serta dukungan semua pihak untuk memperluas dampaknya:

“Kami mohon dukungan dari semua pihak agar BRI dapat terus menjalankan program serupa dengan cakupan yang lebih luas dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.”

Permintaan dukungan ini merupakan ajakan terbuka untuk pemerintah daerah, komunitas lokal, dan pelaku usaha lainnya agar bersama-sama menciptakan ekosistem sosial yang saling mendukung. Ketika sektor perbankan dapat berkolaborasi baik dengan lembaga nonprofit maupun institusi publik, maka program sosial akan berjalan lebih efektif dan dampaknya akan lebih luas dirasakan.

Dengan demikian, program BRI Peduli di Kabupaten Tegal bukan sekadar penyaluran bantuan sosial biasa, tetapi contoh nyata dari kolaborasi strategis yang memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bukti bahwa sinergi antara sektor keuangan, organisasi lokal, dan masyarakat bisa menghasilkan dampak positif yang kuat dan berkelanjutan.

Terkini