JAKARTA - Di hari pertama perdagangan pekan ini, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk kembali mencatat pergerakan positif yang menarik perhatian banyak pelaku pasar. Pada Senin, 2 Februari 2026, harga jual emas Antam mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp167.000 per gram, sehingga mencapai Rp3.027.000 per gram — atau berada di kisaran Rp3 jutaan yang menjadi sorotan investor dan masyarakat umum.
Lonjakan ini merupakan refleksi dari dinamika pasar yang terus bergerak fluktuatif, di mana logam mulia seperti emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai ketika kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian. Momen penguatan harga ini sekaligus menjadi indikator bahwa pasar emas domestik masih memiliki momentum positif di tengah tren global.
Bagaimana Pergerakan Harga Berbagai Ukuran Emas Antam
Melihat dari data harga terbaru yang tercatat di laman resmi Logam Mulia Antam per 2 Februari 2026, harga emas batangan mengalami apresiasi di hampir semua ukuran gram. Berikut ini adalah daftar harga yang menjadi acuan pasar pada hari tersebut:
Emas 0,5 gram: Rp1.563.500
Emas 1 gram: Rp3.027.000
Emas 2 gram: Rp5.994.000
Emas 3 gram: Rp8.966.000
Emas 5 gram: Rp14.910.000
Emas 10 gram: Rp29.765.000
Emas 25 gram: Rp74.287.000
Emas 50 gram: Rp148.495.000
Emas 100 gram: Rp296.912.000
Emas 250 gram: Rp742.015.000
Emas 500 gram: Rp1.483.820.000
Emas 1.000 gram (1 kg): Rp2.967.600.000
Rincian harga ini menunjukkan bahwa hampir semua ukuran emas Antam mempertahankan posisi kuat di pasar, dengan kenaikan yang konsisten dibandingkan pekan sebelumnya. Hal ini tentu menjadi pertimbangan penting bagi investor maupun pembeli fisik yang ingin melakukan transaksi emas batangan.
Harga Buyback Turun: Pertimbangan bagi Penjual Emas
Meski harga jual emas Antam meningkat, data harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam justru mencatat arah yang berbeda. Buyback emas Antam hari ini turun menjadi Rp2.633.000 per gram dari sebelumnya Rp2.654.000 per gram. Penurunan harga ini memberikan sinyal bahwa ketika pemegang emas ingin menjual kembali emas mereka ke Antam, nilai yang diterima sedikit lebih rendah dibanding harga jual saat ini.
Kondisi ini penting dipahami terutama oleh para investor jangka pendek atau kolektor emas yang mempertimbangkan untuk merealisasikan keuntungan. Harga buyback yang turun berarti bahwa keuntungan ketika menjual mungkin lebih kecil dibandingkan jika membeli di harga pasar jual baru.
Faktor Penggerak: Global dan Domestik
Analisis pasar mengaitkan penguatan harga emas Antam domestik dengan tren pergerakan harga emas dunia yang cenderung meningkat. Ketika ekonomi global menghadapi ketidakpastian, emas seringkali menjadi instrumen aman (“safe haven”) yang dipilih investor untuk melindungi nilai aset mereka. Tuntutan geopolitik, ketidakpastian suku bunga, serta pergerakan pasar modal global semuanya turut memberi tekanan pada keputusan investasi yang lebih memihak logam mulia seperti emas.
Selain itu, tren peningkatan harga Antam ini juga berdampak pada citra emas batangan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Bagi sebagian investor, kondisi pasar emas yang masih positif menjadi alasan utama untuk memperkuat posisinya pada aset fisik, terutama dalam ukuran gram kecil seperti 1 gram atau 5 gram.
Investor dan Masyarakat: Respons terhadap Lonjakan Harga
Reaksi pasar atas lonjakan harga emas Antam ini beragam. Sebagian investor menyambut positif karena kenaikan harga membuka peluang cuan bagi mereka yang membeli emas sebelum harga melonjak. Sementara itu, pembeli fisik yang melihat emas sebagai pelindung nilai menilai momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk menambah portofolio emas mereka.
Namun di sisi lain, adanya penurunan harga buyback memberi catatan penting bagi siapa pun yang ingin menjual emas mereka kembali ke Antam dalam waktu dekat. Hal ini karena selisih harga jual dan harga buyback sering kali menjadi pertimbangan penting dalam perhitungan keuntungan.
Secara keseluruhan, kenaikan harga emas Antam sebesar Rp167.000 per gram pada awal minggu ini menjadi titik fokus pasar yang menunjukkan dinamika menarik antara harga jual, buyback, dan kecenderungan investor dalam menilai emas sebagai aset. Dengan harga terbaru ini, emas Antam tetap menjadi instrumen yang layak dipertimbangkan di tengah fluktuasi pasar global.