JAKARTA - Upaya transisi energi nasional terus menunjukkan perkembangan nyata melalui keterlibatan sektor industri.
Salah satu praktik yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap di fasilitas produksi. Langkah ini dipandang sebagai wujud komitmen industri terhadap keberlanjutan lingkungan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan menilai penggunaan energi surya di sektor kesehatan sebagai langkah strategis. Industri tidak hanya berperan menjaga kualitas produk, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Pemanfaatan PLTS Atap di pabrik Haleon Indonesia menjadi contoh konkret kolaborasi energi bersih. Inisiatif tersebut memperlihatkan bahwa efisiensi energi dapat diterapkan tanpa mengorbankan standar mutu. Praktik ini juga menunjukkan keselarasan antara regulasi dan inovasi teknologi.
Keberlanjutan Menjadi Isu Utama Dalam Tantangan Global
Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa isu keberlanjutan kini menjadi perhatian utama di berbagai sektor. Tantangan global seperti perubahan iklim dan transformasi digital menuntut adaptasi cepat. Industri diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut secara bertanggung jawab.
Menurut Taruna, sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Industri ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar sehari-hari. Oleh karena itu, aspek keberlanjutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
“Sebagai sektor yang berperan langsung dalam menjaga kesehatan masyarakat sehari-hari, industri consumer health tentu memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan ketersediaan produk yang aman, bermutu, serta berkelanjutan,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kualitas hidup masyarakat menjadi prioritas utama. Praktik industri berkelanjutan menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan publik.
Dukungan BPOM Terhadap Praktik Industri Ramah Lingkungan
BPOM secara konsisten mendorong industri agar menerapkan praktik produksi ramah lingkungan. Dukungan ini diwujudkan melalui regulasi yang adaptif dan pengawasan berkelanjutan. Pendekatan tersebut bertujuan menjaga mutu sekaligus kelestarian lingkungan.
Taruna menyampaikan bahwa pemanfaatan energi surya mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi. Inovasi teknologi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi energi tidak menghambat produktivitas.
“BPOM mengapresiasi langkah Haleon dalam memanfaatkan teknologi baru yang ramah lingkungan. Ini adalah contoh nyata bagaimana industri kesehatan dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan sekaligus menjaga mutu dan keamanan produk. Kami berharap langkah ini dapat diikuti oleh pelaku industri lainnya,” katanya.
Pernyataan ini menegaskan dukungan regulator terhadap inovasi hijau. Harapannya, praktik serupa dapat diterapkan secara luas.
Implementasi PLTS Atap Dan Dampak Lingkungannya
PLTS Atap yang terpasang di fasilitas Haleon mencakup area seluas 2.382 meter persegi. Sistem ini menggunakan 678 panel fotovoltaik berteknologi monocrystalline silicon berdaya tinggi. Teknologi tersebut dipilih untuk efisiensi optimal.
Kapasitas terpasang mencapai 416,97 kWp dengan produksi energi sekitar 557.647 kWh per tahun. Energi hijau tersebut mampu memenuhi sekitar 15 persen kebutuhan listrik pabrik. Kontribusi ini memperkuat efisiensi operasional perusahaan.
Implementasi PLTS Atap juga berdampak signifikan terhadap pengurangan emisi karbon. Emisi diperkirakan turun hingga 449 ton CO? per tahun. Angka tersebut setara dengan manfaat penyerapan karbon lebih dari 7.460 pohon setiap tahunnya.
Komitmen Haleon Dan Kolaborasi Menuju Industri Hijau
Presiden Direktur Haleon Indonesia Dhanica Dumo Mae-Tiu menyampaikan bahwa PLTS Atap merupakan komitmen jangka panjang. Perusahaan ingin menghadirkan kesehatan sehari-hari yang lebih baik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui cara beroperasi yang bertanggung jawab.
“Tujuan kami adalah menghadirkan kesehatan sehari-hari yang lebih baik dengan menjunjung nilai kemanusiaan, dan hal tersebut dimulai dari integritas cara kami beroperasi,” ujar Dhanica. Ia menegaskan bahwa manfaat tidak hanya dirasakan melalui produk. Praktik produksi berkelanjutan menjadi bagian dari nilai perusahaan.
BPOM menilai kolaborasi pemerintah dan industri sangat penting dalam mendorong inovasi hijau. Sinergi ini diharapkan menciptakan industri yang berdaya saing. Dampak positifnya tidak hanya dirasakan nasional, tetapi juga secara global.